Sabtu, 02 Oktober 2010

KOLAM IKAN MINI


Tips memelihara dan merawat ikan koi


Menambahkan Obat-obatan
http://www.indosiar.com/images/news/kisi-kisi/a_080424_ikan01.jpgSelain kolam dibersihkan dan air disaring, ke dalam kolam sering ditambahkan obat-obatan agar ikan koi yang menghuninya tambah aman dan nyaman.
Air PAM yang baru belum bisa dipakai untuk media hidup koi. Untuk menghancurkan Chlorine yang ada di daiamnya, ke dalam air harus ditambahkan obat anti Chlorine. Di pasaran tersedia obat Rid All anti Chlorine, yaitu cairan yang bisa mengatasi Chlorine dalam air. Obat ini tersedia dalam kemasan kecil dan kemasan besar. Untuk kolam koi bisa dipakai kemasan besar.
Sebagai ikan yang doyan makan, koi menghasil-kan kotoran yang banyak. Kalau tidak ditanggula-ngi, kotoran ini akan menurunkan kualitas air secara drastis. Untuk menanggulangi kotoran ini pun ada obat-obatan yang bisa digunakan, yaitu aquadine.
Aquadine ini memungkinkan kotoran koi tidak han-cur, tapi menggumpal dan akan tersedot aliran air ke dalam filter atau bisa kita buang sewaktu me-nyifon air kolam.
Ada juga cairan yang bisa ditambahkan ke dalam air kolam, sekedar untuk mencegah agarkoi-koi yang baru dimasukkan tidak terkena serangan penyakit. Misalnya saja untuk keperluan ini kita gunakan Rid All General Aid, dalam kemasan yang besar tentu. Karena kalau kita pakai kemasan kecil, yang seharusnya untuk akuarium, jatuh harganya bakal mahal. Sesuai dengan aturan pakainya, kita bisa menambahkan cairan tersebut sebelum ikan dimasukkan atau setelah ikan berada di daiamnya.
Jika pH air terlalu tinggi (basa) maka langkah kita untuk menurunkan pH bisa ditempuh dengan menambahkan cairan Aquavital. Kendati aquavital lebih diperuntukkan bagi ikan-ikan yang menghen-daki pH air rendah seperti Diskus, Arwana, dan jenis-jenis Neon, tapi pada konsentrasi tertentu bisa dimanfaatkan untuk menetralkan air yang terlalu basa sesuai dengan yang dibutuhkan koi. Aquavital selain tersedia dalam bentuk cairan juga dijual dalam bentuk kering, yaitu berupa (seperti) moss untuk media tanam. Banyak sedikitnya tentu bisa disesuaikan dengan petunjuk dalam bungkus kemas-annya.
Kolam yang baru dibangun biasanya masih ter-dapat pengaruh semen. Pengaruh semen ini bisa me-
nyebabkan air menjadi sadah (keras) dan pH air menjadi tinggi. Dengan cara konvensional, pengaruh semen ini bisa dihilangkan dengan cara merendam dan mengeluarkan air kolam berulangkali selama 3 minggu. Namun, sekarang ada cara baru yang lebih cepat, ke dalam kolam baru yang sudah diisi air di-tambahkan asam asetat. Dengan menggunakan larut-an asam asetat ini proses penetralan dinding kolam bisa dipercepat. Untuk menetralkan dinding kolam bisa juga dengan melapisi cat vinil, tapi cara ini jarang dilakukan.
Untuk mencegah penyakit pada koi yang baru dimasukkan, tidak jarang ke dalam kolam ditam-bahkan obat-obatan dengan konsentrasi rendah. Obat-obatan ini hanya berfungsi sebagai penqegah-an atau mengobati penyakit yang belum tampak.
Adakalanya terdapat cairan yang secara tidak sengaja masuk ke kolam. Sialnya pengaruhnya bisa mematikan koi di dalam kolam. Cairan yang mem-bahayakan ini misalnya pestisida. Pestisida ini masuk ke dalam kolam saat kita menyemprot ta-naman di sekitar kolam. Barangkali cerita ini tidak-lah mengada-ada, mengingat pestisida ini bisa lang-sung masuk ke kolam saat penyemprotan berlang-sung atau turun bersama embun pagi/air hujan.

Cara Menyaring Air
Setidaknya terdapat empat cara penyanngan air yang umum dipakai untuk menjaga kualitas air kolam. Keempat cara yang berbeda sistem kerjanya ini memang sangat berbeda tujuannya. Adapun keempat cara tadi adalah: penyaringan fisik, penya-ringan kimiawi, penyaringan biologis, dan penyaringan dengan tanaman.
Penyaringan fisik bertujuan untuk membersihkan air dari sampan dan lumpur agar tidak mengo-tori dan mendangkalkan kolam koi. Penyaringan fisik sangat bermanfaat Jika kita” menggunakan air sungai sebagai sumber air kolam koi.
Air sungai yang biasanya sarat dengan lumpur harus disaring dulu sebelum masuk ke kolam. Bahan untuk penyaringan fisik berupa batu, kerikil, pasir, dan ijuk. Batu-batu-an dimaksudkan untuk menyaring baban kasar, kerikil untuk bahan yang lebih halus, sedangkan pasir dan ijuk untuk menyaring material yang paling halus. Dengan menyusun filter sedemikian rupa diharapkan air terbebas dari bahan-bahan yang meng-ganggu.
Penyaring kimiawi mempergunakan karbon aktif dan zeoiite. Tujuannya adalah menghilangkan racun dan bau tidak enak, selain untuk mematikan penyakit yang terikut di dalam air. Penyaring kimiawi jeias untuk meJengkapi penyaring fisik yaitu untuk mengatasi bahan-bahan yang tidak bisa ditanggulangi oleh penyaring fisik. Sekalipun demi-kian, untuk memperbaiki atau paling tidak mem-pertahankan kualitas air, penyanngan air masih harus diperlengkapi dengan penyaringan biologi dan penyaringan dengan tanaman.
Beberapa bakteri mengoksidasi bahan-bahan organik yang mengandung nitrogen dan amonia yang dihasilkan oleh kotoran ikan dan makanan yang tidak tersantap ikan. Proses tersebut berkaitan dengan proses penyaringan air secara biologis. Pera-watan yang utama dengan mempergunakan bahan-bahan yang tidak mematikan bakteri ini, tapijustru yang malah bisa mengikat bakteri ini. Apabila kolam steril dari bakteri, maka kotoran ikan akan menum-puk. Adalah suatu langkah yang tepat apabila bakteri ini tidak disikat habis ketika membersihkan kolam dan Jangan menggunakan pestisida untuk mensterilkan kolam.

Menyaring Air Dalam Kolam Koi
Ada banyak cara untuk membersihkan air dalam kolam koi, yang masing-masing cara bisa dilaku-kan secara bersamaan atau terpisah sesuai kebutuhan. Adapun cara atau teknik membersihkan kolam tersebut di antaranya adalah :
1. Menggunakan serokan
Untuk membersihkan puing-puing atau dedaun-an yang jatuh ke dalam kolam koi, bisa dipakai serokan. Serokan yang diberi tangkai agak panjang dengan bambu atau kayu, memungkinkan kita untuk menjangkau seluruh areal kolam.
Bahan pembuat serokan biasanya kain trililin yang sedikit menyerap air. Serokan yang bermata kecil bisa juga dipakai untuk membersihkan kotor-an berupa buih-buih air di permukaan air. Selain itu sisa endapan kotoran lumut yang tidak terbuang biasanya akan mengambang ke permukaan air. Semua kotoran ini bisa diatasi dengan serokan. Tidak ketinggalan pula apabila ada ikan yang mati (mudah-mudahan Jangan) bisa diambil dengan serokan.
2. Sistem sifon
Sistem sifon merupakan cara atau metoda yang bisa digunakan secara luas. Salah satu jalan praktis dengan menggunakan slang plastik yang biasa untuk menyalurkan air dari kran. Sediakan sebuah slang yang cukup panjangnya, sekitar 5 meter bila kolam nya sempit, dan 10 meter bila kolamnya luas.
Cara ini mempergunakan sistem elevasi. Jadi kotoran dan air tersedot keluar bersamaan lewat slang.
Ujung slang dimasukkan ke dalam air menyusul bagian lainnya hingga ujung yang satunya lagi. Keti-ka ujung pertama dimasukkan, jaga Jangan sampai ujung ini muncul ke permukaan air, sehingga seluruh bagian slang terisi air dan tidak ada gelembung udara yang nyasar masuk. Setelah seluruh slang berisi air, tarik salah satu ujung slang dan tutup dengan jempol sehingga air tetap berada di dalam slang. Begitu ujung ini kita bawa ke tempat yang lebih rendah, air dalam kolam dengan mudah mengalir keluar.
Ujung slang yang berada di dalam kolam ditem-patkan pada bagian yang kotor. Untuk memudah-kan pekerjaan kita, ujung slang yang berada di dalam kolam bisa diberi tangkai. Dengan demikian dari luar kolam kita bisa “membawa” slang men-cari bagian-bagian yang kotor. Cara ini memang sangat praktis untuk membuang kotoran yang meng-endap.
3. Sistem tekanan air
Sistem tekanan air memanfaatkan prinsip seper-ti sifon, hanya saja kolam harus dilengkapi dengan lubang pada bagian tengahnya. Setiap kolam harus dilengkapi dengan lubang ini. Lubang bisa dibuat dengan memasang pipa pralon sebesar 1 atau 2 inchi. Lubang pralon ini disambungkan dengan pra-lon yang agak panjang pada bagian luar kolam.
Jika hendak membersihkan kolam, lubang pralon sebelah dalam harus disambung dengan slang, yang bertugas mencari kotoran. Pada waktu tidak dipakai, lubang ini ditutup dengan pralon pendek yang dihadapkan ke atas. Dengan cara ini akan me-mungkinkan kita untuk membersihkan kotoran setiap kita mau, tanpa khawatir suatu saat kita lupa menutup lubang kolam sehingga kolam tidak akan kekeringan.
4. Sistem sifon yang diperbaiki
Cara lain untuk membersihkan air adalah dengan memakai prinsip sistem sifon yang dipadukan dengan sistem tekanan air. Bangunan pintu pembuangan berupa pralon yang lebar pada bagian atas-nya dan sempit bagian bawahnya. Air kotor pada bagian bawah akan keluar kolam karena adanya tekanan air yang masuk lewat pintu pemasukan air. Dengan cara ini kita bisa membuang air yang mati pada bagian bawah sekaligus kotoran yang meng-endap di dasarnya.
Dengan cara ini kita bisa membuang air setiap pagi, sekali sehari ketika ikan-ikan tidak sedang aktif. Dengan pembuangan air kotor dan mati secara teratur setiap hari paling tidak kita sudah bisa turut andil dalam menjaga kesehatan ikan.
5. Sistem pompa
Jika kita memiliki kolam yang sarat dengan koi, tentunya tidak memungkinkan bagi kita untuk mengeluarkan air secara leluasa. Namun Jangan kecil Fiati, sekarang di pasaran sudah banyak tersedia pompa kecil yang mampu membantu kita mengatasi kesulitan ini. Pompa ini selain mengeluarkan air yang mati dan kotoran-kotoran, juga bisa dipakai untuk menambah aerasi dalam kolam. Ini tentu bisa dikaitkan apabila dalam kolam itu dilengkapi batu terjunan, dan pompa dipakai untuk memutar air dari kolam ke unit filter dan dibawa naik baru keluar dari atas.
Jika pompa hanya dipakai sebagai sarana untuk membersihkan air, Sebaiknya dioperasikan pada pagi hari. Pada pagi hari, kotoran masih mengendap di dasar kolam dan ikan belum begitu aktif, sehingga memudahkan kerja kita. Pada siang hari ketika suhu sudah naik, kotoran di dasar kolam akan naik dan menyulitkan ketika disedot pompa. Lebih-lebih kotoran yang sudah mengambang akan pecan ketika tersentuh.
6. Sistem sirkulasi air
Cara paling mutakhir yang efektif dan efisien untuk membersihkan air kolam adalah dengan sistem sirkulasi air. Dengan membangun unit penya-ring mini di samping kolam, baik dengan bangunan permanen ataupun bak fiberglass, air dari kolam dinaikkan dan setelah melewati unit filter air kembali masuk ke dalam kolam dalam keadaan bersih. Di dalam unit penyaring diberi busa untuk menghambat kotoran-kotoran supaya tidak terikut air. Busa ini harus dicuci setiap 2 atau 3 hari sekali. Dengan cara ini pekerjaan membersihkan air men-jadi praktis dan tidak membutuhkan banyak tenaga dan biaya.

Hindarkan Kolam dari Matahari yang Terlalu Terik
Menghindari kolam koi dari matahari yang terlalu terik merupakan upaya untuk merawat koi secara baik. Tentu upaya ini berkaitan dengan pe-rencanaan kolam pada awalnya. Dan bila kolam sudah terlanjur dibuat pada lokasi yang banyak me-nerima sinar matahari tentu akan menyulitkan kita. Atau kalau toh akan diatasi paling-paling terbatas mengurangi intensitasnya. Satu-satunya jalan dengan memberi peneduh di atasnya. Peneduh ini bisa berupa plastik gelombang atau bisa dibuatkan ornamen berupa rongga untuk melindungi koi dan sebagian air. Bisa juga peneduh ini berupa tanaman air.
Tentu ada alasannya mengapa kolam koi Jangan terkena matahari yang terlalu terik. Matahari yang terlalu terik akan menyebabkan air kolam men-jadi keruh, dan ini tentu akan menghalangi pandang-an koi. Kondisi yang tidak menguntungkan ini akan lebih parah lagi Jika ditambah banyaknya sisa makanan dalam kolam.
Dengan mendapatkan sinar matahari yang cukup, koi akan makan banyak, yang tentu saja per-tumbuhannya akan merambat pesat. Namun begitu, di Jepang, warna koi akan memudar pada musim panas.

Menjaga Suhu Tetap Konstan
Salah satu penyebab kematian koi adalah ada-nya goncangan suhu yang terlalu tinggi. Goncangan suhu yang kelewat tinggi memang sering terjadi, terutama ketika siang hari panas kemudian diguyur hujan pada malam harinya. Atau pada siang hari itu juga turun hujan. Hal itu tentu saja akan membuat koi kelabakan.
Jika suatu saat kita mengalami hal serupa, maka yang harus kita lakukan adalah membuang sebagian air di dalam kolam dan menggantinya dengan air baru. Penggantian yang secepatnya selain untuk menetralkan suhu air juga dimaksudkan untuk secepatnya mengeluarkan air hujan yang kita tahu kurang baik bagi koi.
Sedangkan untuk mengatasi perbedaan suhu harian antara siang dan malam bisa dengan mengoperasikan pompa air terus menerus. Dengan adanya sirkulasi air yang teratur pada siang hari, bisa kita rasakan suhu air dalam kolam tidak akan terlalu tinggi. Sebaliknya juga pada malam hari, suhu tidak akan terlalu rendah. Hal ini akan lebih bagus lagi Jika setiap hari air bisa terganti sebagian.

Singkirkan Penyakit Secepatnya
Koi yang kita pelihara di kolam sering ditempeli kutu ikan dan cacing jangkar. Keduanya memang merupakan parasit yang dengan mudah kita temukan dan kita lihat. Bentuk kutu ikan yang bulat akan bergerak-gerak di permukaan badan ikan bisa mudah terlihat dengan mata telanjang. Sama seperti cacing jangkar (Lernaea) yang badannya panjang, menjuntai melambai-lambai di dalam air. Kedua parasit ini memang tidak langsung mematikan ikan, tapi aktifitasnya menyedot cairan tubuh koi akan menyebabkan koi kurus dan bentuk badannya jelek.
Cara penanggulangan parasit ini dan juga penyakit lainnya bisa disimak pada kategori Hama / Penyakit / Obat /Dosis.

Jangan Buang Lumut Kolam
Seringkali karena ingin mendapatkan kolam dalam keadaan bersih, semua yang ada di kolam di-babat habis, termasuk lumut yang sebenarnya ber-guna bagi koi. Lumut yang tumbuh di dalam kolam tidak selamanya merugikan koi. Oleh karenanya, salah sekali kalau lumut ini dibuang semua. Lumut yang tumbuh di dalam kolam berguna untuk meng-hindari perut koi yang terluka ketika mereka bere-nang di dasar kolam.
Lumut ini biasanya akan tumbuh setelah air dalam kolam mengalami berbagai proses, sehingga di dalam air tersebut terdapat unsur-unsur hara yang menunjang pertumbuhan lumut. Ada beberapa obat yang bisa ditambahkan ke dalam air agar menyubur-kan air. Beberapa obat memang efektif, tapi beberapa lainnya tidak manjur. Sebaiknya tanyakan dulu kepada para pedagang, obat mana yang bisa dipakai, kendati harga lebih mahal. Dengan demikian secara tidak langsung kita bisa menghemat biaya dengan menghindari membeli obat yang tidak perlu.
Setelah lumut tumbuh, bukan berarti kita boleh membiarkan segala kotoran menempel di permuka-annya. Kita tetap hams membersihkan dasar kolam dengan menyikat endapan lumpur dan sedikit me-ngurangi ketebalan lumut. Pada beberapa hari setelah kita kurangi umumnya lumut akan tumbuh sepeiti sediakala.

Penyaringan dan Sirkulasi Harus Baik
Penyaringan dan sirkulasi yang baik akan mem-bantu meningkatkan kualitas air. Menurut Takeo Kuroki yang menyusun buku The Latest Manual to Nishikigoi, selain kualitas koi, air turut andil dalam menentukan bagus tidaknya warna koi. Dalam bukunya dikatakan bahwa faktor penentu warna koi adalah kualitas koi (70%), air (20%), dan faktor-faktor lainnya (10%). Oleh karenanya, sangat pen-ting bagi kita untuk mempertahankan kualitas air dalam rangka meningkatkan kualitas koi.
Yang dimaksudkan dengan kualitas air yang bagus meliputi : pH air berkisar antara 7,2-7,4 dengan kandungan besi, Chlorine, belerang yang rendah. Kesadahan air juga harus rendah, tapi kandungan oksigennya tinggi.
Bagi mereka yang menggunakan air tanah, se-kalipun air tersebut bersih, sebenarnya belum memenuhi syarat untuk koi. Air tanah umumnya ber-pH rendah dan miskin oksigen. Oleh karenanya, untuk bisa dipakai sebagai media hidup koi yang memenuhi syarat, air tanah harus diperlakukan se-cara khusus.
Perlakuan bagi air tanah yang umum dilakukan adalah dengan membuat aliran (sirkulasi) dan mele-watkan air tersebut pada saringan. Dengan melakukan sirkulasi yang teratur, lebih-lebih air yang ber-sirkulasi ini melewati pancuran dan batu pemecah air, kandungan oksigen dalam air tersebut akan ber-tambah. Demikian pula dengan melewatkan air tanah pada saringan yang mengandung plankton dan bakteri penumbuh, air tanah akan menjadi subur dan layak untuk koi.
Bukan saja untuk menyediakan air yang bersih, tetapi sirkulasi dan penyaringan bermanfaat juga sebagai penyedia air yang cocok untuk pertumbuhan dan kesehatan koi. Dan untuk semua keperluan itu dibutuhkan sebuah pompa air, tidak perlu terlalu besar, handy pump-pun cukuplah.

Drainase Harus Lancar
Banyak yang membuat kolam koi dengan inlet dan outlet (pintu pemasukan dan pengeluaran air) yang letaknya berhadapan. Cara ini banyak dilaku-kan pada kolam-kolam budidaya yang besar, dan rupanya para pemilik koi menirunya. Cara pema-sangan inlet dan outlet semacam ini rupanya kurang efektif dalam menjaga kebersihan dan memper-tahankan kualitas air kolam. Alasannya, air baru biasanya akan langsung keluar sedangkan air lama yang sarat dengan kotoran tetap akan berada di dalam kolam. Akibatnya pergantian air yang semula kita kira sudah memenuhi syarat, ternyata tidak lebih dari “show” saja.
Untuk itu posisi pintu pembuangan (outlet) harus diubah letaknya. Karena letak inlet memang harus di atas, maka outlet kita letakkan di sebelah bawah. Agar air kolam tidak kering pintu pembuangan air bisa menggunakan sistein monnik yang memungkinkan air bawah terbuang tanpa khawatir air kolam bakal ludes. Bisa juga (dan ini yang sangat disarankan) pintu pembuangan terletak di bagian tengah kolam dengan posisi agak rendah, agar kotor an yang mengendap di poros kolam bisa terbuang seluruhnya. Sedangkan pada bagian luar yang ber-kaitan dengan pintu pembuangan ini kita buat agar bisa diatur tinggi rendahnya, agar air kolam tidak habis.

Jumlah Ideal Penempatan Koi dalam Kolam
Kebiasaan para pemula adalah menempatkan koi dalam jumlah banyak ke kolam yang tidak begitu luas. Seiring dengan itu, jika kita perhatikan ikan dalam kolam tersebut banyak yang tidak bagus.
Ikan-ikan yang terlalu biasa dan tidak mempu-nyai daya tarik yang kuat tidak jarang turut menghuni kolam koi. Akibatnya jelas bahwa akan terjadi persaingan konsumsi oksigen. Selain itu juga koi yang tidak bagus juga akan turut mengeluarkan sisa kotoran dan menjadi penyaing tempat dan makanan. Akan lebih bagus jika kita hanya menempatkan koi yang bagus saja dalam kolam, kendati hanya sedikit. Sedikit ikan koi yang bagus lebih berarti bagi kita dibandingkan banyak koi tapi tidak bagus, karena merekalah yang nantinya bakal rnenghibur kita.
Jumlah koi yang ideal yang pantas untuk meng-huni kolam tergantung dari beberapa hal, yaitu umur dan besarnya koi, serta luas dan daiamnya kolam. Dalam buku NishikigoiFancy Koi, Takchiko Tamaki memberi patokan tentang kaitan jumlah koi dengan kolam tempat hidupnya.
JUMLAH KOI DALAM KOLAM BERDASAR UKURAN DAN KEDALAMAN KOLAM.
Umur Koi (tahun)
Panjang Koi (cm)
Minimal Kedalaman Kolam (cm)
Jumlah Koi per 4 m2 (ekor)
1
±15
20 – 30
±40
2
±30
30
±10
3 – 5
lebih 40
30 – 45
±2-5
Takehiko Tamaki, 1977
Tentu jumlah koi tersebut harus disesuaikan dengan kondisi kolam. Artinya jumlah tersebut bisa saja dikurangi Jika kondisi kolam tidak memungkinkan, karena jumlah tersebut disusun untuk kolam-kolam dalam kondisi baik.
Contoh Kolam Ikan Koi:

Kolam koi Milik Irsan, Yogyakarta

Kolam bejoslamet KUTOARJO

Tidak ada komentar: